UN BESO

January 24, 2008

Bagaikan selembar daun yang diterbang-hempaskan angin, demikian liku kehidupan manusia. Yang dituju dan yang telah lewat semuanya hanya bagaikan mimpi. Dan apakah yang bisa membuat kita bertahan dan apakah yang sedang kita cari di bawah langit ini selain senyuman-senyuman kecil yang membuat dunia kita nyata dan bahwa kita sadar kita berada di antara orang-orang yang mencintai kita. Dan dengan senyuman-senyuman itu kita bisa hidup dan juga membuat orang lain merasa hidup. Walaupun banyak orang yang tidak tahu bahwa mimik itu adalah bentuk lain dari tangis. Tapi hanya Cinta yang akan mengartikan semua rahasia hidup itu dengan apik.


RUBY tentang SUGI

Aku merasa hilang ketika mencintai seseorang. Sepertinya kakiku tak meniti tanah, dan aku terkungkung dalam perasaan yang tak ingin kurasakan tapi aku menyimpannya. Sekali lagi kulirik pesan singkat yang berada dalam daftar pesan terkirim, thanks for not loving meEmpat buah kata yang akan selalu membangunkan pikiranku bahkan disaat aku menidurkan raga ini. Dan dengan satu harapan bahwa dia yang menerima pesan itu juga akan merasakan sindrom insomnia yang sama. Yah, dia harusnya tidak tidur dan memikirkan aku karena jika pun dia tidur mimpinya hanyalah tentang aku. Aku akan menghantuinya sampai di mimpinya, Hahaha…Aku hanya mencoba menghibur diri sendiri bahwa dia juga merasakan perasaan yang sama. Laki-laki itu. Ah, jika saja Tuhan berkenan rasa itu berorientasi kepada jenis kelamin lain mungkin aku masih punya alternatif lain, tapi, pada kenyataannya sekarang aku jatuh cinta pada laki-laki. Jika saja perasaan ini benar-benar cinta. Cinta… sampai setua ini jujur akupun sebenarnya tidak paham bagaimana rupa rasa itu, yang jelas eh tidak jelas… definisinya seperti ini; adalah saat pipi saya agak panas ketika berdekatan dengan orang dimaksud, dan sepertinya bersama dia sangat nyaman, tenang, dan indah… Tuhan adil terhadap manusia dalam hal menganugerahkan emosi yang satu ini kepada manusia walaupun seringkali manusia mengeluh ketika merasa sakit karena cinta. Tapi beruntunglah aku manusia dan bukan binatang. Jika aku diciptakan jadi Anjing, apa mungkin aku bisa merasakan ini? Namun aku sudah cukup matang untuk menggangap ini sebagai permen di masa kanak-kanak dulu. Kontras dengan cara Mama mengemas Cinta serapih mungkin untuk Laki-laki yang selalu menghianatinya. Aku tidak mengerti dengan baik apa Cinta itu bisa bertahan karena yang kusaksikan adalah rasa itu habis pada suatu titik kehidupan yang kita yang tidak pernah kita tahu.Rasa ini. Aku merasakan sesuatu di sini seperti itu kepada SUGI. Itulah namanya. Walaupun sebelumnya aku telah benar-benar merasakan hal aneh ini kepada beberapa laki-laki juga dan berakhir karena rasa itu tidak abadi. Ada yang kubunuh tiba-tiba dan ada juga yang hilang tiba-tiba setelah membunuhku. Semua berlalu. Sampai hari itu datang, Aku bertemu dengan SUGI, seorang musisi yang tak banyak bicara, jarang tersenyum. Beberapa kali bertemu, Bercerita dan kemudian Kami berciuman. Kusebut ini cinta namun pikiranku berlari menjauhi suara hati. Di usia yang memasuki kepala tiga, saya tidak percaya bahwa cinta abadi itu ada. Dan menurutku hematku, pada akhirnya rasa yang kurasakan ini mati menyusul nasib perasaan-perasaanku seperti yang sudah lewat. Cinta itu akan habis pada suatu saat. Terlebih beberapa hal yang tidak pernah sesuai dengan logika design percintaanku sampai tua yaitu, menikah dengan laki-laki dewasa, seiman, ganteng, dan punya pekerjaan yang menjanjikan – sama layaknya mimpi semua mahluk perempuan di muka bumi ini.Tapi ……..SUGI berbeda dari mimpi itu. Dia mengaku memeluk ajaran Islam sedangkan aku seorang Kristen. Lebih muda tiga tahun dari usiaku. Tidak terlalu ganteng dan belum punya pekerjaan tetap. Ironis bukan? Tapi itulah hidup dan beginilah Cinta. Akan tetapi jika ditanya mengapa cinta itu ada, akupun kehabisan kata-kata yang pasti untuk menggambarkan jawaban itu. Kami dekat dalam waktu tiga hari lalu, dia mengatakan ingin pacaran denganku, aku tertawa, karena alasan kami bertemu hanya untuk urusan pekerjaan. Tetapi, saat itu aku sedang kosong, bosan bercinta. Dan pada hari ketiga pertemuan kami itu, saya tiba-tiba merasa ingin menciumnya. Berciuman. Lalu pacaran. Aku tahu dia pasti memiliki banyak pengagum dan karena lelaki idamanku bukan dia. Dan benar dia punya pacar lain katanya. Aku tidak tertipu, dari awal sudah kuduga. Cemburu? Itu zaman anak abg yang harus merasakan cemburu buta. Aku tidak perlu uring-uringan cuma karena masalah ini. Pada dasarnya semua manusia harus memilih mana yang terbaik baginya. Tak ada masalah jika dia punya beberapa alternatif. Aku adalah aku. Jika ada banyak waktu yang dihabiskannya denganku, jadi aku tidak perlu menuntut hal lain yang aneh dan berlebihan. Kulewati ratusan detik dengan detak jantung tak pernah stabil. Apa benar aku jatuh cinta?atau hanya butuh laki-laki untuk menghabiskan waktuku? Sugi tak banyak bicara, jadi ketika dia tertawa dan itu lucu buatku. Berkesan. Aku bisa merasakan bahwa dia sangat rapuh dan sendiri dengan dunianya itu. Mengharukan dan Indah. Namun perasaanku tak seindah waktu bersama Ryo, sayangnya Ryo lebih memilih menikah dengan anak Pendeta itu. Dan cerita cinta itu harus selesai. Sugi, Setelah beberapa pekan kami terpisah – dia meneruskan sekolah musiknya di Jakarta. Tidak ada berita. Sengaja atau memang dia tidak pernah merindukan aku. Mungkin dia ketemu pacar-pacarnya. Aku tidak peduli. Aku masih bisa melakukannya sendiri, aku tahu bagaimana mengemasnya sehingga aku tidak akan gila karena rindu. Dan kulakukan semua untuk diriku…..-kutelepon dia, sms, dan sebagainya. Rindu kadang Menyengat tapi aku sebenarnya tidak mau tersengat. Kurasa aku tidak akan mati karena malu dengan mencintainya seperti ini. Justru aku mati jika tidak menyatakan perasaan itu.

Minggu lalu dia tiba-tiba muncul di depanku, mendatangi kantor Even Organiser tempat aku bekerja dan mencariku. Sangat mengejutkan, dia datang. Apa maksudnya? Padahal perasaan sudah hampir mati. Dia tersenyum aku tersenyum dan semua berjalan lancar. Alam seperti mempertemukan dua orang yang tidak pernah mau berseteru. Kami kembali menjalani semua seperti tidak ada masalah yang pernah terjadi. Aku rasa tidak perlu bertanya kenapa dia jarang mengangkat teleponku. Asmara itu hanya biasa saja. Dia bukan lelaki idamanku. Tapi dia sudah lebih dewasa sekarang. Dan seusai menciumnya suatu ketika setelah itu, ku katakan Aku mencintainya hanya saat itu saja karena rasa itu akan habis. Yah, aku tidak tahu apa besok hari perasaan itu masih akan ada untuk Sugi. Dia tersenyum sambil menanyakan alasannya, dan aku tidak punya jawaban saat itu. Yah, hidup manusia itu kita tidak pernah tahu apa akan abadi, apalagi Cinta itu. Hidupku bisa saja berakhir tiba-tiba. Apakah Sugi bisa menerima semua ini? Beberapa hari tak bertemu. Jarang sekali dia membalas sms yang kukirim dan bahkan tidak pernah mengangkat teleponku. Sampai suatu hari dia memintaku berhenti menghubunginya. Pesan itu menghantam duniaku, padahal memang itulah yang harus kulakukan. Dan kubalas dengan empat buah kata di atas Kontras dengan kenyataan bahwa selama ini dia tidak pernah menyatakan perasaannya padaku. Cerita tentang Sugi telah Selesai.

SUGI Tentang RUBY

Di akhir ciuman selalu ada penjara entah itu ego, cinta, nafsu atau apalah namanya. Dan aku terpenjara di satu sisi yang tak pernah nyata itu. Gelisah karena Cinta itu datang seperti ingin membunuhku. Apa harus dengan mudah mempercayai kenyataan ini bahwa perempuan ini hadir terlalu cepat dan sangat dengan gamblang menyatakan perasaan cintanya padaku. Padahal Cinta itu tidak untuk dengan mudah diungkapkan seperti itu.Aku memang tidak terlalu mengerti soal Cinta itu. Karena Orang-orang yang saling mencintai di sekitarku harus memilih berpisah pada akhirnya. Aku masih kehilangan profil Cinta Abadi yang sebenarnya. Perempuan ini selalu berbicara tentang Cinta, mengajarkan aku bagaimana bercinta tapi dia sendiri juga tidak menawarkan keabadian padaku. Aku tak pernah menjumpai mahluk betina yang seperti ini. RUBY. Pintar, Humoris, Penuh percaya diri, Perempuan yang sangat tahu apa yang harus dilakukannya. Namun, ini adalah hal baru bagiku. Aku menemukan satu sosok perempuan yang paling membingungkan di dunia. Atau memang semua perempuan lagaknya seperti itu. Belum lama kenal tapi aku sudah terlibat dengan hidupnya. Walau begitu sulit bagiku mengerti jalan pikirannya. Dia menyuruhku meninggalkannya setelah dia menciumku pertama kali. Tetapi pada kenyataannya setelah kami berciuman, kami pacaran. Aku tidak pernah mengerti apa yang dia maksud. Dia selalu mengatakan ada banyak perbedaan di antara kami, bagiku itu bukan perbedaan. Tapi memang dia selalu menciumku tiba-tiba dan banyak bercerita tentang dirinya. Sering dia bertanya tentang keluargaku apa dia memang peduli atau hanya pura-pura peduli. Dia perempuan paling lucu yang pernah kutemui menciptakan lelucon agar aku tersenyum katanya. Sekaligus perempuan yang sangat bergairah dalam menjalani semua aspek hidupnya. Sangat mencintai Tuhannya dan selalu mengutarakan cintanya dalam bentuk apapun padaku. Tapi aku masih ragu dengan perempuan ini. Mustahil kalau dikatakannya aku satu-satu laki-laki yang pernah diciumnya. Ruby, Semua laki-laki pasti tertarik padanya. Cantik, Cerdas, Dewasa, Penyayang dan sebagainya. Aku selalu ingin tersenyum jika bersamanya, Entah apa ini yang sebenarnya Cinta itu? Aku membutuhkan spirit itu. Tapi aku tidak pernah mempercayai Cinta dari perempuan yang terlalu agresif seperti Ruby. Bisa saja Cinta itu hanya lelucon baginya. Aku juga tidak mau mati cemburu dengan mencurahkan segenap rasa ini padanya. Lagi pula Ruby tidak pernah menampakkan rasa cemburu ketika kukatakan aku punya pacar lain. Cemburu pasti adalah karena Cinta, bukan? Tapi Ruby tidak. Kenyataan aneh seperti ini yang tidak kupahami. Dia tidak mencintai dengan benar ketika cemburu itu tidak ada. Dan jika memang aku salah, betapa dewasa dan modern-nya pemikiran Ruby. Aku tidak perlu bertanya lebih jauh tentang itu. Terkadang bersama dengannya cukuplah untuk menghabiskan waktuku yang sunyi dan apabila dia bilang dia cinta aku tidak harus cepat percaya. Dan mengapa pula harus diusahakan cinta itu karena Ruby sendiri telah mengatakan cintanya akan habis suatu saat, mungkin besok. Jadi untuk apa aku harus mempertahankan rasa yang hanya akan melukaiku pada suatu saat nanti. Dan bagi Ruby, Cinta tidak harus dipercaya tapi harus dirasakan. Sering dia bertanya apakah aku Cinta atau rindu? Aku tak punya jawaban seperti Ruby. Jika menurutnya cinta itu akan habis. Kurasa aku tidak perlu menjawabnya. Dan Aku malas menjawab semua pertanyaannya itu. Semua Orang ingin dicintai dan dalam hal ini egoisme itu adalah kewajiban. Bahwa orang itu harus mencintainya selama-lamanya. Tapi orang yang kuharapkan seperti itu tidak ada pada Ruby. Aku tidak bertanya lebih banyak. Aku hanya memilih tersenyum.Dan Minggu lalu kuputuskan untuk tidak berkomunikasi dengannya lagi. Walaupun rindu itu menyengat hari-hariku tapi jika harus terkungkung di sini lama-lama aku akan tersiksa. Aku belum bisa memahami semua ini, Ruby. Termasuk aku masih merindukannya Senyuman dan semuanya. Pesan lewat sms terakhirku adalah memintanya untuk tidak menghubungiku, Dia tidak perlu menghabiskan uangnya untuk pulsa-pulsa yang dihabiskan untuk mengutarakan segala sesuatu yang tidak ada tujuannya. Selain mereply dengan ungkapan bahwa dia tidak pernah memintaku untuk mencintainya dan meminta maaf karena menggangguku, dan dia juga membalasnya dengan satu kalimat yang tak kupahami, thanks for not loving me

Ruby meninggal dunia karena Leukimia pas setahun setelah dia mencium Sugi terakhir kalinya. Kabar itu mendera Sugi bersamaan malam penerimaan penghargaannya sebagai musisi dan komposer yang berbakat di tahun 2008. Penghargaan itu didedikasikan kepada seorang perempuan yang tidak pernah dicintainya dengan baik tapi yang selalu dikenangnya dengan baik – Ruby, Inspirasi musiknya dan hidupnya. Sebuah Ciuman yang mengawali sebuah kehidupan yang berwarna Cinta dalam dua insan manusia, Tapi sebenarnya yang tertinggal adalah bukan bekas kecupan itu tetapi bekas senyuman setelah itu.

un beso (spanish) = sebuah ciuman

Y-OPH—–CopyRight@ March, 9, 2007

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.