This Lyrical Hymne To You

 

You – here the heart of all Greek goddess slanted,

as so twined mine into your smile granted,

How I wish I could drowned and haunted,

Cherished by your scarce armour  everlasted.

 

Dec,17, 2011

 

 

———————————————

 

Farewell Blues : Two Lonely Stanzas

I might be wrong to sing a farewell
but since the faults rhyming well;
zero mind of losing drawn like hell
as the one I am fond not dwell

I would be fine to kiss your pain
even all is just to gain in vain,
your sounds where you remain
I merely just intend dying of again

June, 22, 2010

______________________________________________________________

A Solitude of Lost


I’d enggaged to your soul in a solitude
which has been stopped for a minute;
I am lost.

June,18, 2010

______________________________________________________________________

A Simply Note of May

Behold my dear at the moon kisses the lips of the sea
right on the horizon
Watch the waves that never step out of the beach
for each seasons
Tell what a sort of romance this might be
simply; the reason

May,18, 2010

____________________________________________________________

A Verse of Us & Wind


Then, If I could tell to the wind
about the air which blows around
I, You,We might sink on a hint
but indeed we’ve seen the bounds

April, 1, 2010

_________________________________________________

Sebuah Resume Rindu (March’ Yearning)

Hanya tinggal malam sering tak tersulam,
disini : kau, detik dan mata angin.

Baru saja desah kita sejenak menelan;
kecuali : rasa, kata dan dingin.

March, 22, 2010

__________________________________________________________________________

Baris-Baris Akhir Perpisahan Itu (The Last Farewell’s Line : x + y = 0)


Dan …
Persamaan kita adalah persinggungan dua garis x dan y…
pada hasil nol.

(dedicated to a friend’ Agustina Haryeni)
March’10

____________________________________________

The Last Rendezvous

Tak jua terjemahan itu terbaca, jelas;
sedang makna raut kita melukis warna,
dan satu senyum adalah janji tersepi;
terasakan peraduan hati tak selalu reuni,

Bait terperih yang tak pernah tertulis;
berima palsu kala berumpama riang,
dan layar bisu ini lah jarak tersedih;
kau,bagian yang akan selalu hilang.
Jan 2010

dedicated to : Piece of Art

—————————————————————————–

A Left Note

Dan aku mencinta jeda nafasmu itu,
bak arus yang mengusap pantai:
Sebentar.

Jan 17, 2010

———————————————————————————-

Sajak  Inkorelasi Kita

Pada hubungan antara langit dan bumi
aku adalah atmosphere kosong yang menciptakan topan

Pada hubungan antara Air dan dasar laut
aku adalah angin yang menciptakan ombak

Dan Kau hanya Sepi di sana.

Feb 2 , 2010

————————————————————————————–

Elegi Maya Para Pecinta

Wahai kau pemetik salju puncak-puncak Alpen
kau hanya tak sekedar bernuansa dalam romansa
tapi kau beringsut sedemikian jauh dari kisi-kisi kata

Wahai penjaga hutan-hutan mediteranian
lolongan serigala akan membuat kau merantai rindumu
semenjak kau mengikrar pada arah mata angin ada aku

Wahai engkau penunggu kebun-kebun bluebell
aroma itu adalah racun yang akan mencekikmu pelan-pelan
dan kau mati dalam roh yang memeluk pilu seorangan

Dan sajakku yang melukis senyum tak berjudul pada kata
tersendu dan termaktub tanpa pesan; maya.

Feb 4, 2010 @ Batam

———————————————————————————————

An Hymne of  A Monsoon

The fabulist soared our images on a cradle,
lyrics by lyrics unshared brings up fable
of a wench is sailing as a loyal zealot;
but her dreams ceasing cinches alot

The Monsoon have burried tears inside
under her prides of heaps aside
get conquered by a humming smile
the baccuss has poisoned me awhile

This was the yearning that called out,
lines of hollow and the mourn caught
If ever the last in a series of dust;
You, the admired-maze,a heart-trust

Abide then never fade away at dawn,
Beside the ever fair heart be unknown.

March,2010

____________________________________________________________

 

 

Aku – Schizophrenia (sebuah Elegi)

Tersebutlah..dalam gerah nafas yang beramarah dengan arah yang tak seramah biasa; kala jantung berdetak sinkron dengan detik jam,pasang-surut laut mengamuk melawan raut emosi terpaut yang mencabut harga sebuah kalut, aku masih mendengar mereka berbisik dalam kebisuan murtad fasih, merampok nafsu fisik dan hanya membiarkan otak mimpi ini mengemis menjadi rema-rema anjing di sisi jalanan : – aku naif bukan narsis.

Tertawalah, rakusmu merusak rusuk yang kubangun dari kubangan, yang kusulam dengan salim, Serigala kah mengaum di telinga sesaat setelah emosi kukatakan sebagai erosi rasa?

Tak Nampak, aku telanjang disitu, bahkan terkapar menggelapar dan lapar…Ingin kumakan bulan yang telah menelanku, Ingin ku telan matahari yang sudah membunuhku, dan Hariku  mati keruh.

Tak tersingkap, manakala aku sudah tak bernafas, semua tinggal kapas yang dimasukan ke lubang nafas. Sebelum membalaskan dendam kepada angin yang menghianati arah mata angin?memelas tak mungkin..kalau masih bisa bangkit aku akan menggilas gerhana biar semua mati karena mereka membiarkan aku panas menerka-nerka dimana jalan, mereka membuang aku dari rotasi bintang , cemas setelah menggauli setiap rangka yang masih tertinggal di raga, lepas.

Aku mencinta diriku bukan dirimu, wahai engkau jiwaku!
Politik diri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dalam kejiwaan yang rentan dan rentah oleh mimpi sendiri, jiwa terperih, sepi menaklukan aku dari sebuah seri tawa yang kosong yang sering kusebut demokrasi. Aku diam.

 

 

—————————————————————————————

Kita adalah Puisi Tanpa Baris Akhir

Kita ada dalam Ruang itu;
Kosong, Hampa udara dan tak berpintu.
Tapi ada lampu.

Kita ada pada Jalan itu;
Sepi, Lurus dan tak berujung
……………………

Nov 17, 2009

————————————————————————————-

___________________________________________________________________________________

 

A BLUE EPILOG…..

My determinated-passions, I have you in;

A determination of hearts whose rhytmical shiverring

Rushed bloody melody in suffering within;

In all blues notes which were anesthetized, I’ll be seeking

Of  your presence whom my utterance had sunk for ages.

 

Nov, 16, 2009 @ Office, Batam

 

_________________________________________________________________________

 

THE UNTOLD CONFESSION EVER

Then I have been fond what I feel of you, a humble emotion drawn in emoticon though;

Fuck!!!!    I love you!

……………………………………………………….

 

 

@Midnite, Nov 2, 2009

 

_________________________________________________________________



SEBUAH  ELEGI KEKAL PERIHAL ROMAN ANTARA AKU, KAU & PERJALANAN ITU.
Senja yang baru saja mati;
Tak akan pernah hidup sebagai Fajar.
Jadi kita tak perlu menantinya kembali.

Dan adalah abadi menggambar pelangi
Di atas jejak kita – mungkin
Jadi kita tak perlu merubah warna hati.

 

September 2009, Batam

 

 

__________________________________________________________________________________AN ANGEL BROKE MY HEART

 

Apakah harus kuadukan kepada Tuhan, kala seorang MalaikatNya mematahkan hatiku?

Sesaat setelah musim gugur memapah euforiaku menjemput musim dingin

Kaulah pedih yang menyurati luka yang belum kering;

Akulah pedang yang kau gores dengan telapak tanganmu sendiri

Aku tak mau merantaukan airmata ini ke pekuburanmu

Percuma! Amarahku terlalu mahal melacurkan diri pada Asmaramu!

Dan ketika rindu meneriakan namaku;

Kau akan membunuh dirimu dengan merinci setiap inci..dari sumpahmu

MalaikatMu itu, Tuhan….

bolehkah ku sebut dia,–Anjing?!

atau Kudacuki?!!

_________________________________________________________________

 

 

MY BLUE  NOVEMBER

Kau lah jiwa yang papah itu yang mengunci aku dalam ruang tak berpintu; jiwa yang hendak kusulam dengan kapas tanpa jarum;demikian emosi itu tak lagi sebentuk rasa namun sebuah harga; Kaulah jiwa yang mati itu setelah berniat membunuhku kau sekarat dalam ego sepi, kala Akasia mencampakan daunnya, dan Angin meronta-ronta menyampaikan petisi bahwa kau tak begitu adil membagi jiwamu kepada ikhlas; Kaulah jiwa yang patah itu sesaat setelah petir menyambar dan aku pergi.

 

September 14, 2009

______________________________________________

 

SEBUAH SAJAK di SATU HARI pada 2006

 

Hujan hari ini..

adalah tangis yang pernah kutahan

di depanmu hari itu.

 

____________________________

 

MEMOIR IN BATAM

Wahai Embun tanah Merah, yang menggelayut pada jantung, Kau adalah racun bening yang datang dan pergi sembari menakut-nakuti Matahari. Kau telah memakan semua puisiku, menelannya perlahan, yang tersisa hanya rima-rima kosong yang tak punya arti Selain menghantui asmara kita. Dan Seumpama Belati, kau menancap di Lambung dan ditarik ketika jantung telah berhenti.Sayangnya, Rohku belum mau mati.

2006, July

___________________________________

DIALOG KOSONG

x = Jika Yang terakhir kucinta adalah dirimukan kau beri judul apa rasa di kalbumu itu?

y = Aku telah lama tenggelam dalam kabut rasa itu

-Dan Kau air yang menguap.Tak Ada !

2006, Maret

_______________________________________

DENDAM ROMANTIS

Jika kekekalan bayangmu menganiaya batinku

siapa yang harus kubunuh

Kau atau Matahari?

Jika Keabadian ragamu merengkuh hasratku

siapa yang harus kusetubuhi

Kau atau Bulan?

2005, Oktober

_________________________

SEBUAH ELEGI ADONIS

Jika menggemuruh riuh tanya

pada tawa hujan, kata sedang merobek makna

sedang aku masih harus meracuni asmara

pada kematian kita.

Di setiap kubangan kita,

kudandani rindu dengan kain kabung,

dimanakah harus menukar jumlah mimpi

yang habis dipadam angin

ketika musim tak lagi berenda?

Sugestiku berpulang :aku enggan bernafas,

Selesaikah?

Juli 2005

_____________________________

HYMNE TERAKHIR

Serunaimu mengurai derai

mahligai yang tercerai

2005

_____________________________________

 

SEBUAH KUPLET RAGU UNTUK KEKASIH

Kakuku mengamuk

pada rangkuman lakumu

Mey, 6 2005

________________________________________

THE LAST SADDEST ODE

Kekasih,

Tahukah Kau Bilamana Aku menangis:

Saat kusulam airmata itu pada derai hujan?

Pernahkah Kau Merasa Bilamana aku cemburu:

saat Rona wajah berperang melawan terik matahari?

Sadarkah Kau bilamana aku mencinta:

Ketika aku menata rasa itu dalam ruang puisi ini?

Juli, 2005

____________________________________________

MITOS MINI

Seperti Persephone yang dibawa lari Hades

ke alam maut,

Seharusnya Kau merebutku dari Zeus.

 

2005

______________________________

KUPLET RIBUT

 

Raut Kabut di Laut,

Sekalut Kemelut merenggut Takutmu.

2005

_________________________________________

SIMFONI MUSIM PANAS

Pada dahan-dahan yang mengering,burung-burung yang enggan terbang malah bercinta; sesekali berdendang walau tak cukup merdu, Rongga-rongga dedaunan gila menelan organ-organ udara yang sesak meradang pada notasi-notasi gelap mereka berasmara. Surga kah yang melahirkan musim? terlalu bahagia atau terlalu merana kah? debu-debu yang berlarian mencari belahan jiwanya yang terbawa badai pada refrain kedua; Lalu dengan perlahan Matahari menenggelamkan awan-awan di akhir simfoni yang menerjemahkan asmara pada satu sajak yang tertulis pada relung tak bernama.


OP’s

____________________________________________________________________

ANIMO KUNO

Pada musim-musim yang berangkat dengan angin

hasrat tak hanya bicara dalam angan

walau bulan dan bintang enggan menyeringai

aku dan nyanyian malam beranda-andai

Hanya satu nada yang bergelayut

tak berirama tapi tetap terhanyut

aku dalam seribu kisah manusia

meradang dan meraung seketika


OP’s

_________________________________________________________

ONLINE CONFESSION

aku,

menerjemahkan diriku dalam sebuah asmara

padamu

Op’s

________________________________________

La Mentira

kala salju menutupi pucuk-pucuk musim semi

dan kunang-kunang mencium kuncup mawar di siang bolong

kau meramu dunia dalam semu;

melonggarkan dekapan dalam malam tak berdetik

lalu memancar sendiri bak rembulan di Rembang pagi

Apakah tidak rancu menawarkan rindu?

angin laut meniupkan seribu butiran salju ke pantai

seiring melodi tak berpelantun disenandungkan

lalu hujan berlari ke kutub-kutub bumi

kau meracik angan dalam emoticon

lalu meneguk anggur-anggur Proserpin

Apakah tidak geli menjajakan hasrat?

OP’s

3 Responses to “Poetry”

  1. Glenn K Kindangen said

    Hez,,

    ga trllu bnyak kata yg bsa ak tulis dsni,, tp smuany terasa beda n indah jg penuh koreksi stelah membca smua article km,, so… all is NICE.. all is BETTER! . glenn

  2. perempuan bertudung kaca said

    OP’s,
    andai saja retina kita pernah bertarung pada suatu ketika,
    aku terlalu ingin gerayangi benakmu yang wangi..
    kau telah terbit di alam merah jambu sedang aku masih tersesat di labirin hitam,,
    haruskah ku salahkan matahari??

    OP’s,
    andai saja benak kita tertukar suatu waktu……….

  3. perempuanbertudungkaca said

    sungguh,
    aku ingin mati dan terlahir kembali dengan benak sepertimu…
    ah, andai saja retina kita pernah beradu…
    hingga hari ini,
    setiap kata yang kau torehkan di blog ini adalah racun yang mengaduk-aduk jiwaku…
    ah, andai saja kau membalas,,
    aku benar-benar ingin berbalas kata dgnmu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.